Rabu, 15 Juli 2020, WIB
Breaking News

Rabu, 06 Mei 2020, 20:19:25 WIB, 906 View Admin, Kategori : Tokoh

Biografi Singkat

Lahir 10 Agustus sekitaran tahun 1945 di Cibeber, Cilegon, Banten dari pasangan H. Mawardi dan Hj. Mahdiah binti Tubagus K.H. Muhsin.

Masuk madrasah Jauharatun Naqiyyah Cibeber sekitar tahun 1955, mengenyam pendidikan Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah selama 12 Tahun. 
Madrasah Jauharatun Naqiyyah termasuk madrasah diniyah terbaik di zamannya, mengadopsi kurikulum madrasah di mekkah dengan 100% pelajaran kitab kuning.

Selain sekolah diniyah di madrasah, juga Mengaji kepada beberapa ulama cibeber, yaitu K.H ABDUL MUHAIMIN (Tafsir Munir, Hikam, Ihya Ulumuddin dll)
Tubagus K.H. MUHSIN (Riyadul badi'iyyah)
K.H BAGHOWI (Alfiyah ibnu Malik dan fathul Muin)
Diantara beberapa guru, yang paling berkesan adalah K.H ABDUL MUHAIMIN, karena penerapan ibadah dan khusu nya yang membekas di hati semua murid2nya.

Disela-sela belajar di madrasah Jauharatun Naqiyyah, beberapa kali ikut pengajian pasanan dan mondok di beberapa kiai dan ulama di jawa tengah.
Tahun 1962 dan 1966 mengaji ke KIAI Muhammad Asyari Magelang (Sohih Bukhori)

Tahun 1964-1965 Mondok ke Tegalrejo dibawah asuhan Kiai Chudori (Fathul Wahab dan Mahalli)

Tahun 1967-1969 mengaji ke Kiai Muslih Mranggen (Jam'ul jawami, Lubbul Ushul dan Asybah Wan Nadhair)

Sekitaran Tahun 1968 mengaji pasanan ke Kiai Sodiq Pemalang (Tafsir Jalalain)

Tahun 1970 bulan syawal mondok di kaliwungu, menghapal Al-Quran ke Kiai Badhawi Abdurrasyid, dan keluar di syawal beikutnya, khatam dalam satu tahun.
Pengajaran kiai Badhawi termasuk keras dan disiplin, jika dalam setoran santri dua kali diingatkan masih lupa, maka akan disuruh mengulang di keesokan harinya.

Tahun 1971 rihlah ke Lampung selama dua tahun.
Kemudian sepulang dari lampung silaturahim ke Krawang, tepatnya ke rekan sepondok ketika di kaliwungu, alm. H. Zaenal Abidin bin H. Hasan.
Tak disangka berjodoh dengan Hj Imas Hamidah binti K.H Zarkasyi.
Setahun kemudian lahir anak pertama, dan tiga tahun kemudian dibangunkan pondok oleh sang mertua, Kiai Zarkasyi, dan kemudian pondok diresmikan serta diberi nama oleh Kiai Badawi kaliwungu, dengan nama Miftahul Khoirot.
Santri pertama yang tercatat adalah alm Makmun dan Alm. Ust Ence saipuddin bin H. Hasan.

*disarikan dari wawancara hari Rabu selepas asar tanggal 13 Ramadhan 1441 / 6 Mei 2020.

Oleh Ahmad Muhsin



Memburu buron kuroptor seperti Djoko Tjandra dan Sjamsul Nursalim, apa cara yang paling ampuh?
Selasa, 14 Jul 2020, 07:06:40 WIB, Dibaca : 21 Kali
Virus corona di Indonesia: Kapan puncak pandemi akan terjadi setelah penerapan New Normal?
Senin, 13 Jul 2020, 07:22:09 WIB, Dibaca : 7 Kali
Donald Trump untuk pertama kalinya pakai masker di depan publik
Senin, 13 Jul 2020, 07:23:47 WIB, Dibaca : 4 Kali

Ada 2 Komentar
  • Hellen, 14 Mei 2020, 00:01:02 WIB
    Stunning story there. What happened after? Thanks!
  • Jamika, 21 Jun 2020, 00:51:57 WIB
    Very nice article, totally what I needed.
Tuliskan Komentar