Selasa, 28 September 2021, WIB
Breaking News

Rabu, 13 Mei 2020, 09:44:41 WIB, 1526 View Admin, Kategori : Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Pelaksana (Project Management Office/PMO) program Kartu Prakerja mengakui adanya keterbatasan sumber daya dalam prosoes verifikasi data untuk mencairkan dana insentif pasca-pelatihan peserta Kartu Prakerja. Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, saat ini terjadi bakclog atau tumpukan peserta gelombang I dan II yang belum dibayarkan insentif pasca-pelatihannya. Sebab, proses verifikasi dari platform mitra digital kepada PMO dan pembayaran insentif masih dilakukan secara manual. "Untuk verifikasi belum otomatis. Itu butuh beberapa hari untuk menyelesaikan, kemudian setelah itu dipadankan, maka kemudian pembayaran insentif dilakukan," ujar Panji ketika memberikan keterangan dalam video conference, Senin (12/5/2020). "Ini (pembayaran insentif) juga masih manual dan butuh beberapa hari kerja untuk melakukan ini," jelas dia.

Sebagi informasi, dari 456.256 orang peserta yang sudah lolos gelombang I dan II Kartu Prakerja, baru 51.255 peserta yang sudah mendapatkan insentif pasca-pelatihan bulan pertama sebesar Rp 600.000. Pasalnya, dari jumlah tersebut, baru 219.489 peserta yang sudah menyelesaikan 1 pelatihan untuk menjadi syarat dicairkannnya uang insentif. Selain itu, baru 132.509 peserta yang telah melakukan registrasi akun e-wallet atau rekening bank di mitra pembayaran atau melalui situs Kartu Prakerja. "Dari beberapa hari yang lalu postingan di akun instagram Kartu Prakerja sudah mengingatkan agar peserta segera melakukan verifikasi akun e-wallet kalau menggunakan e-wallet. Kalau untuk rekening bank, BNI sudah melakukan QYC sesuai dengan aturan BI (Bank Indonesia)," kata Panji. "Untuk e-wallet, tidak semua teregistrasi dan melalui proses QYC yaitu dengan foto KTP dan swafoto sehingga kami dan mitra pembayaran bisa melakukan verifikasi, dan orang yang benar-benar punya KTP dan benar-benar didaftaran sebagai pemegang akun yang akan menerima insentif," lanjut dia. Lantaran adanya backlog, maka PMO pun menunda pembukaan pendaftaran gelombang IV Kartu Prakerja.

Saat ini, PMO masih fokus untuk menyelesaikan proses pencairan insentif peserta, juga mengembangkan sistem agar proses tersebut tak lagi dilakukan secara manual. Adapun untuk peserta gelombang III, rencananya proses pemilihan peserta secara acak rampung hari ini, dan akan diambil sekitar 224.000 peserta dari yang tadinya 300.000 peserta. "Secepatnya kalau gelombang III sudah masuk ke dalam flow (untuk bisa mengakses pelatihan), ini jadi total peserta 456.000 ditambah 224.000, itu akan masuk lagi bakclog. Jadi semoga sudah diselesaikan, kalau nambah backlog dan ini belum selesai, bisa menambah beban dan makin lambat untuk proses pencairan insentifnya," ucapnya.
 



Benjamin Netanyahu Resmi Lengser, Naftali Bennet Menjadi PM Baru Israel
Rabu, 16 Jun 2021, 18:31:48 WIB, Dibaca : 1090 Kali
Lebih murah 2 kali dari Telkom, PLN tawarkan paket internet Rp 427.000 untuk 100 Mbps
Kamis, 03 Jun 2021, 09:33:53 WIB, Dibaca : 368 Kali
17 Manfaat Daun Suji Untuk Kesehatan Tubuh | Redakan Nyeri Haid Hingga Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Sabtu, 08 Mei 2021, 09:45:16 WIB, Dibaca : 3024 Kali

Tuliskan Komentar